contoh-referensi

Referensi adalah

Karya tulis ini disusun dengan tujuan untuk menyalurkan gagasan penulis dan gagasan tersebut dapat dipelajari yang kemudiannya akan didukung atau ditolak oleh pembaca. Penyusunan karya tulis ilmiah mempunyai manfaat bagi penulis maupun pembacanya. Manfaat tersebut diantaranya adalah seorang penulis yang dapat mengasah dan mengembangkan keterampilan membaca yang efektif melalui studi kepustakaan.

contoh-referensi

Penulisan karya tulis ilmiah adalah sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Hal tersebut sesuai dengan hakikat sebuah karya tulis, yaitu mengemukakan pendapatnya dan kebenarannya melalui metode sistematis, metodologis, dan konsisten.


Pengertian Referensi

Kata referensi berasal dari bahasa inggris reference dan merupakan kata kerja to refer yang artinya menunjukan kepada. Buku referensi adalah buku yang dapat memberikan keterangan topik perkataan, tempat, peristiwa, data statistika, pedoman, alamat, nama orang, riwayat orang-orang terkenal. Pelayanan referensi adalah pelayanan dalam menggunakan buku-buku referensi.


Di perpustakaan biasanya buku-buku referensi di kumpulkan tersendiri dan disebut “koleksi referensi”, sedangkan ruang tempat penyimpanan disebut “ruang referensi”. Buku-buku referensi yang karena sifatnya sebagai buku penunjuk, harus selalu tersedia di perpustakaan sehingga dapat di pakai oleh setiap orang pada setiap saat.


Pada umumnya koleksi perpustakaan ditinjau dari isinya terdiri dari dua jenis, yaitu koleksi sirkulasi (buku teks yang biasa dipinjamkan) dan koleksi referensi (koleksi rujukan).

👉 Trending  Wawancara adalah

Dalam memanfaatkan perpustakaan yang harus diketahui dan dipahami  oleh para pengguna adalah  memahami  masing-masing fungsi dari jenis koleksi tersebut agar dalam mencari informasi di perpustakaan berjalan efektif dan efisien.


Koleksi sirkulasi (buku teks) umumnya merupakan buku-buku ajar dimana setiap babnya merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan pokok bahasannya. Sehingga dalam pemanfaatannya biasanya  harus dibaca secara keseluruhan. Berbeda dengan koleksi referensi, koleksi ini merupakan koleksi yang memberikan penjelasan tentang informasi tertentu. Informasi ini bersifat menyeluruh dalam lingkupnya; uraiannya padat, fungsinya memudahkan penemuan informasi dengan cepat, tepat dan benar. Koleksi ini disusun dengan sistem tertentu: sistem alfabetis (kamus, ensiklopedi), sistem kronologis (ikhtisar), sistem tabel (statistik), sistem wialayah (atlas, peta), sistem golongan-golongan (bibliografi, handbook, almanak).


Informasi ini disajikan di dalam bahan pustaka itu, yaitu langsung memberikan informasi yang dibutuhkan atau secara tidak langsung memberikan informasi yang dibutuhkan. Dengan kata lain hanya memberikan petunjuk dimana informasi tersebut dapat ditemukan.


Berikut pengelompokkan koleksi referensi berdasarkan sifat informasinya:

  1. Jenis bahan rujukan umum yang memuat informasi mengenai kata dan istilah.
  2. Jenis bahan rujukan umum yang memuat informasi mengenai sumber kepustakaan (literature).
  3. Jenis bahan rujukan umum lainnya, termasuk dalam kelompok ini adalah buku petunjuk ataupegangan, sumber biografi, sumber geografi dan direktori, statistik, buku tahunan, terbitan pemerintah dan badan-badan internasional, serta terbitan lainnya.
👉 Trending  Majas Paradoks

Tujuan Referensi

Berikut ini terdapat beberapa tujuan referensi, terdiri atas:

  • Untuk menghindari plagiarisme
  • Untuk menghargai karya seseorang
  • Rujukan untuk informasi yang lebih kompleks
  • Memudahkan para pembaca mencari sumber yang sebenarnya

Cara Membuat Referensi

Berikut ini terdapat beberapa cara membuat referensi, terdiri atas:

  1. Sebuah daftar referensi hanya berisi buku, artikel, halaman web dan lainnya yang dikutip dalam teks dokumen. Daftar pustaka mencakup semua sumber konsultasi untuk melatar belakangi atau bacaan lebih lanjut.
  2. Daftar referensi disusun menurut abjad oleh penulis. Jika isi butir tidak mencantumkan pengarang, hal ini dikutip dengan judul, dan termasuk dalam daftar alfabet menggunakan kata signifikan pertama dari judul.
  3. Jika Anda memiliki lebih dari satu butir dengan penulis yang sama, susun butir urutan waktunya, dimulai dengan publikasi terbaru.
  4. Setiap referensi muncul pada baris baru.
  5. Tidak ada indentasi dari referensi.
  6. Tidak ada penomoran dari referensi.

Jenis-Jenis Referensi

Berikut ini terdapat beberapa tujuan referensi, terdiri atas:


1. Kutipan

Kutipan adalah salinan kalimat, paragraf, atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal, maupun terbitan lain.


Kutipan berfungsi untuk menegaskan isi uraian, memperkuat pembuktian, dan mengungkapkan kejujuran penggunaan referensi.


Kutipan terbagi menjadi dua yaitu :

👉 Trending  Afiksasi

Kutipan langsung adalah salinan yang persis sama dengan sumbernya atau salinan tanpa perubahan. Penulisannya disertai data pustaka sumber yang dikutip.


Kutipan langsung:

  1. kutipan langsung kurang dari lima baris ditulis berintegrasi ke dalam teks,
  2. kutipan langsung lebih dari lima baris ditulis terpisah dari teks dengan spasi rapat.

Kutipan tidak langsung adalah menyadur atau mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri. Penulisan disertai data pustaka yang dikutip.

Kutipan tidak langsung:


2. Catatan Kaki

Catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman buku.


Fungsi catatan kaki :

  • Menunjukan kualitas ilmiah
  • Menunjukan kecermatan
  • Menunjukan penilaian penggunaan sumber data
  • Memudahkan pembedaan data pustaka dan keterangan tambahan
  • Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.

Cara penulisan catatan kaki :

  • Catatan kaki dipisahkan dari naskah halaman yang sama dengan jarak tiga spasi.
  • Nama pengarang ditulis tanpa dibalik urutannya/ sesuai dengan nama pengarang yang tertulis pada buku.
  • Jika nama pengarang tertulis lengkap dengan gelar akademik, pada catatan kaki harus ditulis gelar tersebut.

Contoh:

Hernowo, Mengikat Makna, (Bandung: Mizan, 2002), hlm.109-130.

Istilah dalam Catatan Kaki:

  • Ibid adalah singkatan dari kata ibidum berarti di tempat yang sama dengan di atasnya dan ditulis di bawah catatan kaki yang mendahuluinya.
👉 Trending  Contoh Karya Ilmiah

Contoh:

1. Jeff Madura, Pengantar Bisnis terj. Saroyini W.R, Ph.D. (Jakarta, Salemba Empat), 2-11.

2. Ibid. 12

  • Cit adalah singkatan dari kata Opera Citato berarti dalam karya yang telah disebut dan diselingi sumber lain.

Contoh:

1. Satjipto Rahardjo, Hukum Masyarakat dan Pembangungan (Bandung: Alumni, 1976), hlm. 111.

2. Daniel Goleman, Emotional Inteligence, (Jakarta: Gramedia, 2001), hlm. 161

3. Raharjo, Op.Cit., hlm. 125.

  • Cit adalah singkatan dari Loco Citato berarti di tempat yang telah disebutkan/ merujuk sumber data pustaka yang sama berupa artikel dari majalah, jurnal, dan ensiklopesdi yang telah diselingi sumber lain.

Contoh:

1. Adnan Buyung Nasution, S.H., “Beberapa Aspek Hukum dalam Masalah Pertahanan dan Pemukiman di Kota Besar,” dalam Prof. Ir. Eko Budiharjo, M.Sc.(Ed), Sejumlah Masalah Pemukiman Kota, (Bandung: Alumni, 1992),

  • Suwandi, Log. Cit.
  • Nasution, Log. Cit.

3. Bibliografi

Menurut Gorys Keraf (1997: 213) yang dimaksud dengan bibliografi atau daftar kepustakaan adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sebagian dan karangan yang tengah digarap.


Bibliografi berfungsi sebagai berikut:

  1. Bibliografi dapat memberikan deskripsi yang penting tentang buku.
  2. Bibliografi berfungsi sebagai pelengkap dari catatan kaki.
  3. Untuk mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap dari catatan kaki.
👉 Trending  Teks Eksemplum

Unsur unsur bibliografi yaitu sebagai berikut :

  1. Nama pengarang, yang dikutip secara   lengkap.
  2. Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
  3. Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah   halaman) buku tersebut.
  4. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.

Adapun bentuk bibliografi adalah sebagai berikut:

  • Bibliografi disusun menurut urutan alfabetis berdasarkan nama pengarangnya.
  • Nama pengarang harus dibalikkan susunannya: nama keluarga, nama kecil, lalu gelar-gelar kalau ada.
  • Jarak antara baris dengan baris adalah spasi rapat.
  • Jarak antara pokok dengan pokok adalah spasi ganda.
  • Tiap pokok disusun sejajar secara vertikal. dimulai dan pinggir margin kiri, sedangkan baris kedua, ketiga, dan seterusnya mengikuti.
  • Tiap pokok dimasukkan ke dalam tiga ketikan (bagi karya yang mempergunakan lima ketikan ke dalam untuk alinea baru) atau empat ketikan (bagi karya yang mempergunakan 7 ketikan ke dalam untuk alinca haru).
  • Bila ada dua karya atau lebih ditulis oleh pengarang yang sama. maka pengulangan namanya dapat ditiadakan dengan menggantikan-nya dengan sebuah garis panjang.

Berikut adalah macam-macam bibliografi, yakni sebagai berikut:

  • Buku-buku dasar: buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap itu.
  • Buku-buku khusus : yaitu buku-buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap.
  • Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya lain dari topik yang digarap penulis.
👉 Trending  100+ Contoh Majas Asosiasi, Pengertian dan Cirinya

Penyusunan bibliografi ada dua cara:

1. Penyusunan bibliografi cara pertama:

  1. nama pengarang, koma,
  2. judul buku, koma,

– judul artikel, nama jurnal vol. No./majalah/surat kabar

– judul esai, nama buku kumpulan esai

– judul karangan/ penjelasan kata, nama   ensiklopedia, koma,

  1. nama kota, titik dua,
  2. nama penerbit, koma,
  3. tahun terbit, titik,
  4. urut abjad nama pengarang.

Contoh:

  1. Munandar, Utami, Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat, Jakarta: Rineka Cipta, 1999.
  2. Arifin, Syamsul, “Konflik dan Harmonitas Sosial dalam Relasi dengan Sesama,” Jurnal Character Building,1:1, 21-33, (Jakarta, Juli 2004).
  3. Kumaidi, “Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya,” Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.Malanggad.id,diakses 20 Januari 2000), 1988.

2. Penyusunan bibliografi cara kedua:

  • nama pengarang dibalik/dari belakang ke depan, titik,
  • tahun penerbitan, titik,
  • judul buku

– judul artikel, nama jurnal vol. No./majalah/surat kabar

– judul esai, nama buku kumpulan esai

– judul karangan/ penjelasan kata, nama

  • ensiklopedia, titik,
  • nama kota, titik dua,
  • nama penerbit, titik,
  • urut abjad nama pengarang.

Contoh:

  1. Schoomaker, Alan N. 1993. Memenangkan Negoisasi. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.
  2. Meredith, Geofrey G. 2000. Kewirausahaan: Teori dan Praktek. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.
👉 Trending  Kata Sifat Adalah

Ada beberapa tata cara penulisan bibliografi, yakni sebagai berikut:

  1. Bedakan sumber referensi yang berasal dari buku dengan majalah dan surat kabar.
  2. Mengingat dunia internet saat ini pun menawarkan beragam hasil penelitian yang dengan mudah dapat diakses, peneliti dapat memanfaatkan sumber-sumber tersebut sebagai bahan referensi penelitiannya.
  3. Khusus untuk sumber referensi dari internet, saat ini disepakati bahwa tata cara penulisannya sebagai bibliografi diperlakukan seperti layaknya sebuah artikel.

Contoh bibliografi yang diambil dari buku:

  • Budiyanto, Agus Krisno. 2004. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang/UMM Pres Malang.
  • Dorland, W. A. Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Terj. Huriawati Hartato, dkk; ed Huriawati Hartanto, dkk. Jakarta: ECG.
  • Ilmu Kesehatan Anak. Jilid I.(Eds.).2002. Jakarta:   FKUI.
  • Sodiaoetama, Achmad Djaeni. 2400. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta Timur:   PT Dian Rakyat.
  • Suharjo.2005.Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Utoro, Racmi. 2002. Deteksi Dini Xeroftalmia. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat, dan Hellen Keller Indonesia.

Contoh bibliografi yang diambil dari internet:

  • Arief, Irfan. ”Memulihkan Depresi, Mencegah Bunuh Diri”. http://www.pjnhk.go.id, diakses 22 Desember 2008.
  • Wikipedia Indonesia. “Bunuh Diri”. http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri, diakses 22 Desember 2008.
  • Wikipedia Indonesia. “Depresi”. http://id.wikipedia.org/wiki/Depresi, diakses 22 Desember 2008.
  • Yayasan Spritia. “Depresi”. http://spiritia.or.id/depresi-pdf , diakses 22 Desember 2008.
👉 Trending  Contoh Pamflet

Penelusuran Referensi

Penelusuran referensi meliputi:

  1. Tahapan penetapan segi penelusuran,
  2. Tahapan mengunjungi sumber referensi,
  3. Identifikasi sumber referensi,
  4. Menelaah sumber referensi,
  5. Kompilasi sumber referensi.

Penelusuran literatur atau pustaka memerlukan suatu arahan dan fokus. Langkah pertama adalah mengidentifikasi bidang kajian yang sesuai dan sekaligus termasuk deskriptornya. Langkah berikutnya adalah menelusuri judul-judul dan abstrak yang relevan. Penelusuran yang baik mencakup tiga kategori dokumen, yaitu:

  • Artikel-artikel yang diterbitkan,
  • Artikel-artikel yang tidak diterbitkan,
  • Disertasi atau tesis

Diantara tiga dokumen penting yaitu artikel-artikel jurnal, disertasi atau tesis, dan laporan tak dipublikasikan (laporan penelitian), artikel-artikel jurnal adalah paling ringkas dan secara teknis paling baik karena adanya tuntutan yang amat tinggi dari jurnal yang akan diterbitkan. Dalam mengkaji bahan pustaka kita dapat melakukan dengan cara mengidentifikasi sumber atau bahan yang relevan dengan masalah penelitian, mencari judul-judul hasil penelitian yang relevan, memilih dan memilah sumber pustaka yang paling relevan dari hasil penelitian, menyusun bahan pustaka mana yang paling sesuai untuk mendukung penelitian, menuliskan bagian kajian literatur, dan menyusun bahan acuan.


Sumber Referensi

Berikut ini terdapat beberapa sumber referens, terdiri atas:


  1. Memesan

Buku adalah sumber referensi yang paling sering digunakan dan sangat direkomendasikan untuk menulis. Selain buku sumber referensi, disarankan untuk menggunakan buku-buku terbitan terbaru sehingga teori yang dikutip adalah teori yang diperbarui atau penyesuaian dan penyempurnaan teori sebelumnya.

👉 Trending  Daftar Pustaka adalah

  1. Surat Kabar/ Majalah

Surat kabar atau majalah sebagai referensi jarang digunakan, karena sulit untuk menemukan teori atau argumen yang relevan dengan tulisan. Selain itu, surat kabar dan majalah jarang disimpan untuk waktu yang lama atau dirancang untuk disimpan seperti buku di perpustakaan.


  1. Jurnal

Jurnal penelitian juga dapat digunakan sebagai referensi, baik jurnal cetak maupun online.


  1. Internet

Sumber referensi di Internet dapat digunakan dengan mempertimbangkan kredibilitas situs yang digunakan sebagai bahan referensi. Biasanya, penggunaan sumber dari Internet terbatas dalam penulisan artikel ilmiah tertentu, karena tulisan yang diambil dari Internet melalui situs web atau blog umumnya ditulis oleh para ahli yang tidak dapat memenuhi standar. ilmuwan. Meskipun dapat digunakan sebagai bahan referensi, umumnya jumlahnya sangat terbatas dan juga sangat ketat dalam pemilihan lokasi.


Contoh Referensi

Berikut ini terdapat beberapa contoh referensi, terdiri atas:

  1. Schoomaker, Alan N. 1993. Memenangkan Negoisasi. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.
  2. Meredith, Geofrey G. 2000. Kewirausahaan: Teori dan Praktek. Jakarta: Pustaka Binaman Presindo.

Contoh Referensi Diambil dari Buku

Berikut ini terdapat beberapa contoh referensi diambil dari buku, terdiri atas:

  • Budiyanto, Agus Krisno. 2004. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang/UMM Pres Malang.
  • Dorland, W. A. Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Terj. Huriawati Hartato, dkk; ed Huriawati Hartanto, dkk. Jakarta: ECG.
  • Ilmu Kesehatan Anak. Jilid I.(Eds.).2002. Jakarta:   FKUI.
  • Sodiaoetama, Achmad Djaeni. 2400. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta Timur:   PT Dian Rakyat.
  • Suharjo.2005.Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.
  • Utoro, Racmi. 2002. Deteksi Dini Xeroftalmia. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat, Direktorat Gizi Masyarakat, dan Hellen Keller Indonesia.
👉 Trending  Membaca Memindai Indeks Buku

Contoh Referensi Diambil dari Internet

Berikut ini terdapat beberapa contoh referensi diambil dari internet, terdiri atas:

  1. Arief, Irfan. ”Memulihkan Depresi, Mencegah Bunuh Diri”. http://www.pjnhk.go.id, diakses 22 Desember 2008.
  2. Wikipedia Indonesia. “Bunuh Diri”. http://id.wikipedia.org/wiki/Bunuh_diri, diakses 22 Desember 2008.
  3. Wikipedia Indonesia. “Depresi”. http://id.wikipedia.org/wiki/Depresi, diakses 22 Desember 2008.
  4. Yayasan Spritia. “Depresi”. http://spiritia.or.id/depresi-pdf , diakses 22 Desember 2008.

Demikianlah pembahasan mengenai Referensi adalah – Pengertian, Contoh, Tujuan, Jenis, Sumber dan Cara Membuat semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.


Baca Juga :

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan