Hibernasi

Hibernasi adalah

Hibernasi – Pengertian, Fungsi, Hewan yang Melakukan Hibernasi, Proses dan Contoh Hewan – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Hibernasi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, fungsi, hewan yang melakukan, proses dan contoh hewan, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Hibernasi

Pengertian Hibernasi

Hibernasi adalah suatu keadaan fisiologis yang memungkinkan kelangsungan hidup selama periode panjang suhu dingin dan persediaan makanan yang berkurang, di mana metabolisme menurun, sistem denyut jantung dan pernapasan menurun, dan suhu tubuh dipertahankan pada level yang lebih rendah dibandingkan dengan normal.


Fungsi Hibernasi

Fungsi hibernasi adalah untuk menghemat energi selama periode ketika tidak tersedia makanan yang cukup. Untuk mencapai penghematan energi ini, proses endoterma akan menurunkan tingkat metabolisme terlebih dahulu, yang kemudian menghasilkan penurunan suhu tubuh. Hibernasi bisa berlangsung beberapa hari, minggu, atau bulan tergantung pada spesies, suhu lingkungan, waktu tahun, dan kondisi tubuh individu.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Hewan Karnivora


Hewan yang Melakukan Hibernasi

Beberapa hewan termasuk tupai tanah Golden Mantled (Citellus lateralis) ditemukan di bagian barat Amerika Utara pada lintang 1500-3600 m, diantara bagian utara British Columbia dan bagian selatan California, secara normal mereka melakukan hibernasi selama 3-4 bulan. Setelah hibernasi mereka mengkonsumsi makan secara cepat dan berat badan mereka meningkat pada saat menjelang hibernasi pada bulan Oktober.


Selanjutnya pada beruang, dimana sebagian orang mengira bahwa beruang merupakan hewan klasik yang mengalami hibernasi, padahal yang sebenarnya adalah hanya tidur yang nyenyak. Hal tersebut dikarenakan pada beruang tidak signifikan menunjukkan penurunan metabolisme dan temperatur tubuh. Hibernasi yang sebenarnya terjadi pada mammalia kecil, seperti kelelawar, woodchucks dan beberapa burung seperti poorwills dan nighthawks.


Beberapa species serangga memperlihatkan pula periode inaktif selama pertumbuhan dan perkembangan terhenti dan metabolisme berkurang banyak. Pada keadaan tersebut umumnya disebut sebagai “diapause”, meskipun ketika dikorelasikan dengan bulan-bulan musim dingin, maka hal tersebut termasuk hibernasi. Beberapa hewan yang mengalami hibernasi dapat dilihat pada Gambar 2.

👉 Trending  Bagian-Bagian Tuba Fallopi

Beberapa kelelawar merupakan hibernator. Kelelawar coklat besar (Big Brown Bat) berkelompok dalam jumlah yang besar pada musim dingin. Kelelawar-kelelawar tersebut menggantung turun dan naik dengan sayap dan ekor mereka menutupi tubuhnya untuk menjaga agar tubuhnya tetap hangat. Temperatur tubuh mereka turun dan mereka terlihat seperti mati. Kelelawar melakukan hibernasi dari bulan Oktober sampai April, bangun hanya satu kali dalam sebulan. Kelelawar membangun kehangatan selama hibernasi caranya dengan membuat lubang tiruan seukuran ibu jarinya.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Hewan Herbivora


Katak melakukan hibernasi di dasar sungai dan kolam dimana airnya tidak dingin atau membeku. Katak woodland ditemukan di bawah dedaunan dan kotoran. Selama musim dingin mereka membeku tetapi kembali cair atau normal dan bangun pada musim semi. Ular melakukan hibernasi secara bersama-samadalam suatu lubang dengan maksud untuk menjaga agar mereka tetap hangat.


Lubang ular dapat ditemukan di bebatuan, lubang tersembunyi dan dasar sumur tua. Kumbang menghabiskan musim dingin dengan hibernasi yang dikenal dengan “diapause”. Mereka menjadi gemuk menjelang musim dingin dengan memakan banyak aphid dan pollen. Kemudian mereka bersembunyi di dalam bangunan atau di bawah batang-batang kayu, batu-batuan dan gundukan daun-daunan.

Hewan-hewan yang mengalami hibernasi

Beruang tidak melakukan hibernasi sebenarnya. Mereka masuk ke dalam lubang (gua, cekungan kayu, tepi-tepi sungai) hanya sedikit menurunkan temperatur tubuh dan laju jantung mereka menjadi lambat, tetapi bukan seperti hibernasi sebenarnya. Beruang memasuki masa torpor atau tidur sementara dan dapat bangun dan berjalan disekitarnya.


Anak beruang kecil yang masih muda berada di dalam lubang selama musim dingin. Beruang makan dan makan pada akhir musim panas dan hujan, sebagai upaya menyimpan lemak sebelum mereka masuk ke dalam lubang. Ketika mereka kembali memasuki musim semi, beruang- beruang sangat kurus dan lapar. Beruang betina akan menghabiskan musim dingin di dalam lubang jika mereka akan melahirkan.


Hibernasi pada beruang (Ursus americanus) adalah unik berlangsung selama 3 sampai 7 bulan, ditandai dengan temperatur tubuh yang mendekati normal, tidak makan, minum, urinasi, dan defekasi. Selama hibernasi terjadi kehilangan masa tubuh sebab asam amino memasuki jalan sintetis protein pada saat laju produksi menurun memasuki siklus urea.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Hewan Melata


Urea yang dibentuk dihidrolisasi dan nitrogen dilepaskan berkombinasi dengan gliserol membentuk asam amino, dimana kembali memasuki jalan sintesis protein. Lemak tubuh disuplai dari substrat hasil metabolisme (4000 kilokalori/hari). Ketosis tidak terjadi. Metabolisme air cukup untuk menjaga hidrasi normal. Kira-kira 100 ml urine difilterisasi setiap hari oleh ginjal tetapi dinding kantung kemih membawa air dan solute kembali ke dalam darah pada saat laju kira-kira seimbang antara masuk ke dalam kantung kencing. Beruang tidak dapat menduplikasi adaptasi di musim dingin ke musim panas ketika rumah mereka menjadi dingin dan gelap.

👉 Trending  Bacillariophyta Adalah

Selama hibernasi beruang memperlihatkan hypothalamic hypothyroidism dan peningkatan produksi testosteron. Perubaan tersebut memperlihatkan pentingnya proses anabolisme dan katabolisme pada beruang yang hibernasi (Nelson, 1980).


Pada musim semi, tupai tanah keluar dari lubang pada bulan April dan Mei. Tupai tanah yang muda berumur satu bulan keluar dari lubang pada awal Juni. Mendekati akhir bulan Juni, jantan dewasa kembali memasuki hibernasi. Betina dewasa melakukan hal yang sama pada bulan Juli.


Tetapi tupai yang muda aktif hampir selama musim panas. Pada bulan September ketika makanan mulai sedikit ditemukan mereka mulai melakukan hibernasi. Tupai tanah (The Richardson’s Ground Squirrels) menyimpan makanan selama hibernasi, mereka bangun setiap 10 sampai 14 hari dan mengambil makanan. Siklus hibernasi tupai tanah dapat dilihat pada Gambar 3.

Siklus hibernasi tupai tanah

Siklus hibernasi tupai tanah 1

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Persebaran Fauna Indonesia


Proses Hibernasi Pada Hewan

Sebelum memasuki masa hibernasi, hewan-hewan tersebut biasanya melakukan proses mengkonsumsi makanan sebanyak-banyaknya, seperti yang terjadi pada beruang. Hewan-hewan melakukan fase hibernasi untuk menyimpan cadangan lemak bagi tubuh mereka untuk beradaptasi menghadapi musim dingin, atau musim-musim dengan suhu iklim yang menurun dari biasanya.


Bahkan setelah bangun dari hibernasi, hewan-hewan ini membutuhkan beberapa saat untuk melanjutkan kegiatan normal mereka. Sebagian pendapat menyebut hibernasi sebagai tidur yang mirip dengan kematian. Selama hibernasi, denyut jantung akan melambat dan beberapa organ non vital menjadi tidak aktif sepenuhnya. Ini adalah kondisi dimana tubuh menggunakan energi minimal.

👉 Trending  Macam Bunga

Contoh Hewan Hibernasi


HIBERNASI PADA BERUANG KUTUB

Beruang Kutub

Hibernasi adalah suatu proses tidur panjang di musim dingin yang biasa dilakukan oleh hewan-hewan tertentu, yang hidup di daerah empat musim atau kutub. Selama masa hibernasi, hewan-hewan tersebut akan memperlambat metabolisme tubuhnya. Hewan yang sedang melakukan hibernasi biasanya akan tidur di sarangnya, di gua-gua atau liangnya.


Tujuannya, supaya aktivitas tubuhnya dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, sehingga tidak diperlukan energi yang besar. Jadi tujuan hibernasi adalah untuk menghemat energi tubuh dan bertahan hidup selama musim dingin. Salah satu hewan yang melakukan hibernasi adalah beruang kutub.


Hibernasi bagi beruang kutub adalah suatu masa untuk benar-benar mengistirahatkan seluruh organ tubuhnya. Ia tidak makan atau minum kecuali tidur sepulas-pulasnya sampai hitungan bulan. Karena itulah bagi beruang kutub yang akan berhibernasi, ia lebih dulu menggemukkan dirinya pada musim gugur. Timbunan lemak sangat dibutuhkan untuk menyokong proses hibernasi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Hewan Mamalia


Cadangan lemak ini akan menjamin tubuh mendapat pasokan makanan, minuman dan nutrisi yang diperlukan. Maka sebelum memasuki fase hibernasi pada musim dingin, beruang kutub akan mencari makanan dan berubah menjadi lebih rakus dari biasanya. Perilaku rakus mendadak selama satu musim ini memang harus dilakukannya. Sebab selama hibernasi ia tak akan bergerak sedikitpun dan penimbunan lemak adalah satu-satunya cara untuk menjamin pasokan energi tubuh tetap tercukupi dalam waktu lama.


Hal ini menyebabkan hewan yang baru saja usai berhibernasi akan tetap kuat , sama dengan saat ia sebelum berhibernasi. Kebiasaan lain menjelang berhibernasi adalah beruang kutub akan lebih giat menggali lubang perlindungan, membangun sarang yang nyaman.


Setelah selesai melakukan hibernasi, beruang kutub akan kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja ia akan mengadaptasikan diri dengan merontokkan bulu-bulunya guna menyesuaikan diri dengan lingkungannya saat musim panas. Hal ini dilakukan untuk menjaga suhu tubuh beruang kutub agar tetap stabil.

👉 Trending  Rantai Makanan Dan Jaring Makanan

DAFTAR PUSTAKA

  1. Boulant JA. 2000. Role of the preoptic-anterior hypothalamus in thermoregulation and fever. Clin Infect Dis 31 Suppl 5: S157–S161.
  2. Bourova L, Pesanova Z, Novotny J, Bengtsson T, and Svoboda. 2000. P. Differentiation of cultured brown adipocytes is associated with a selective increase in the short variant of g(s)alpha protein. Evidence for higher functional activity of g(s)alphaS. Mol Cell Endocrinol 167: 23–31.
  3. Bronnikov G, Houstek J, and Nedergaard J. 1992. _-Adrenergic, cAMP-mediated stimulation of proliferation of brown fat cells in primary culture. Mediation via _1 but not via _3 receptors. J Biol Chem 267: 2006–2013.
  4. Cannon B, Nedergaard J. Brown adipose tissue: function and physiological significance. Physiol Rev. 2004;84:277-359.
  5. Champbell NA, Reece JB, Mitchell LG. 2004. Biologi. Edisi Kelima. Alih Bahasa: Wamen Manalu. Jakarta: Erlangga.
  6. Chaudhry A and Granneman JG. 1999. Differential regulation of functional responses by _-adrenergic receptor subtypes in brown adipocytes. Am J Physiol Regul Integr Comp Physiol 277: R147–R153.
  7. Esser V, Brown NF, Cowan AT, Foster DW, and McGarry JD. 1996. Expression of a cDNA isolated from rat brown adipose tissue and heart identifies the product as the muscle isoform of carnitine palmitoyltransferase I (M-CPT I). M-CPT I is the predominant CPT I isoform expressed in both white (epididymal) and brown adipocytes. J Biol Chem 271: 6972–6977.
  8. Fawcett DW. 1952. A comparison of the histological organization and cytochemical reactions of brown and white adipose tissues. J Morphol 90: 363–405.
  9. Ge´loe¨n A, Collet AJ, Guay G, and Bukowiecki LJ. 1990. In vivo differentiation of brown adipocytes in adult mice: an electron microscopic study. Am J Anat 188: 366–372.
  10. Gerhardt CC, Gros J, Strosberg AD, and Issad T. 1999.Stimulation of the extracellular signal-regulated kinase 1/2 pathway by human beta-3 adrenergic receptor: new pharmacological profile and mechanism of activation. Mol Pharmacol 55: 255–262.
  11. Greenway D and Himms-Hagen J. 1978. Increased calcium uptake by muscle mitochondria of cold-acclimated rats. Am J Physiol Cell Physiol 234: C7– C13.
  12. Grodums EI. 1977. Ultrastructural changes in the mitochondria of brown adipose cells during the hibernation cycle of Citellus lateralis. Cell Tissue Res 185: 231–237.
  13. Gute D, Fraga C, Laughlin MH, and Amann JF. 1996. Regional changes in capillary supply in skeletal muscle of high intensity endurance-trained rats.  J Appl Physiol 81: 619–626.
  14. Heller HC, Walker J, Florant G, Glotzbach SF, and Berger RJ. 1978. Sleep and hibernation: electrophysiological and thermoregulatory homologies. In: Strategies in Cold: Natural Torpidity and Thermogenesis. New York: Academic, p. 225–266.
  15. Hayward JS and Lyman CP. 1967. Mammalian Hibernation III. New York: Elsevier, p. 346–355.
  16. Holm C, Fredrikson G, Cannon B, and Belfrage P. 1987. Hormonesensitive lipase in brown adipose tissue: identification and effect of cold exposure. Biosci Rep 7: 897–904.
  17. Klass S. 1997. Functional differentiation of white and brown adipocytes. Bioessays 19:215.
  18. Kuroshima A. 1993. Brown adipose tissue thermogenesis as a physiological strategy for adaptation. Japan J Physiol 43:117
  19. Kuusela P, Nedergaard J, and Cannon B. 1986. _-Adrenergic stimulation of fatty acid release from brown fat cells differentiated in monolayer culture. Life Sci 38: 589–599.
  20. Liu XT, Lin QS, Li QF, Huang CX, and Sun RY. 1998. Uncoupling protein mRNA, mitochondrial GTP-binding, and T4 5_-deiodinase activity of brown adipose tissue in Daurian ground squirrel during hibernation and arousal. Comp Biochem Physiol A Physiol 120:745–752.
  21. Martin GS, Carstens G.E, King MD, Eli AG, Mersmann H J and Smith SB. 1999. Newborn calves Metabolism and morphology of brown adipose tissue from Brahman and Angus. J Anim Sci 77:388-399.
  22. Martins R, Atgie C, Gineste L, Nibbelink M, Ambid L, and Ricquier D. 1991. Increased GDP binding and thermogenic activity in brown adipose tissue mitochondria during arousal of the hibernating garden dormouse (Eliomys quercinus L.). Comp Biochem Physiol A Physiol 98: 311–316.
  23. McFarland D. 1993. Animal Behaviour. Second Edition. New York: John Wiley & Sons Inc.
  24. Miriam Helena Fonseca-Alaniz MH, Takada J, Alonso-Vale MIC, Lima FB. 2007. Adipose tissue as an endocrine organ:from theory to practice. J Pediatr. 83(5):S192-203
  25. Montgomery R, Dryer RL, Conway TW, Spector AA. Biokimia: Suatu Pendekatan Berorientasi Kasus. Jilid 2. Alih Bahasa M. Ismadi. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
  26. Nedergaard J and Cannon B. 1984. Preferential utilization of brown adipose tissue lipids during arousal from hibernation in hamsters. Am J Physiol Regul Integr Comp Physiol 247: R506–R512.
  27. Nelson RA. 1980. Protein and Fat Metabolism in hibernating bears. Fed Proc 39(12):2955-2958.
  28. Osuga J, Ishibashi S, Oka T, Yagyu H, Tozawa R, Fujimoto A, Shionoiri F, Yahagi N, Kraemer FB, Tsutsumi O, and Yamada N. 2000. Targeted disruption of hormone-sensitive lipase results in male sterility and adipocyte hypertrophy, but not in obesity. Proc Natl Acad Sci USA 97: 787–792.
  29. Revelli JP, Muzzin P, and Giacobino JP. 1992. Modulation in vivo of _- adrenergic-receptor subtypes in rat brown adipose tissue by the thermogenic agonist Ro 16–8714. Biochem J 286: 743–746.
  30. Schmidt-Nielsen K. 1995. Animal Physiology : Adaptatiom and environment. USA: Cambridge University Press.
  31. Soni A and Katoch SS. 1997. Structural and metabolic changes in skeletal muscle of cold acclimated rats. J Therm Biol 22: 95–107.
  32. Smith RE. 1964. Thermoregulatory and adaptive behavior of brown adipose tissue. Science 146: 1686–1689.
  33. Suzuki J, Gao M, Ohinata H, Kuroshima A, and Koyama T. 1997. Chronic cold exposure stimulates microvascular remodeling preferentially in oxidative muscles in rats. Jpn J Physiol 47: 513–520.
  34. Thonberg H, Nedergaard J, and Cannon B. 2002. A novel pathway for adrenergic stimulation of cAMP-response-element-binding protein (CREB) phosphorylation: mediation via _1-adrenoceptors and protein kinase C activation. Biochem J 364: 73–79.
  35. Thonberg H, Lindgren EM, Nedergaard J, and Cannon B. 2001. As the proliferation promoter noradrenaline induces expression of ICER (induced cAMP early repressor) in proliferative brown adipocytes, ICER may not be a universal tumour suppressor. Biochem J 354: 169–177.
  36. Wickler S. 1981. Seasonal changes in enzymes of aerobic heat production in the white-footed mouse. Am J Physiol Regul Integr Comp Physiol 240: R289– R294.
  37. Walters TJ and Constable SH. 1993. Intermittent cold exposure causes a muscle- specific shift in the fiber type composition in rats. J Appl Physiol 75: 264– 267.
  38. Wang SP, Laurin N, Himms-Hagen J, Rudnicki MA, Levy E, Robert MF, Pan L, Oligny L, and Mitchell GA. 2001. The adipose tissue phenotype of hormone-sensitive lipase deficiency in mice. Obesity Res 9: 119–128.
  39. Zhao J, Cannon B, and Nedergaard J. 1997. _1-Adrenergic stimulation potentiates the thermogenic action of _3-adrenoceptor-generated cAMP in brown fat cells. J Biol Chem 272: 32847–32856.
  40. Zhao J, Unelius L, Bengtsson T, Cannon B, and Nedergaard J. 1994. Coexisting_-adrenoceptor subtypes: significance for thermogenic process in brown fat cells. Am J Physiol Cell Physiol 267: C969–C979.

Demikianlah pembahasan mengenai Hibernasi – Pengertian, Fungsi, Hewan yang Melakukan Hibernasi, Proses dan Contoh Hewan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan

Daftar Isi