Contoh Surat Niaga

Surat Niaga

Contoh Surat Niaga – Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenis – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Surat Niaga yang dimana dalam hal ini meliputi contoh, pengertian, fungsi, tujuan dan jenis, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Contoh Surat Niaga

Pengertian Surat Niaga

Surat Niaga adalah utusan atau duta bagi sebuah perusahaan dalam menjalin kerja sama dengan mitra bisnisnya. Oleh karena itu, bahasa surat harus ditata dengan jelas, menarik, dan mudah dipahami.


Terdapat beberapa pengertian tentang surat niaga antara lain:

  • Surat niaga adalah surat yang digunakan dalam kegiatan usaha atau bisnis. Biasanya surat niaga dibuat oleh perusahaan untuk mencari keuntungan.
  • Surat niaga adalah surat yang isinya berhubungan dengan kepentingan-kepentingan perniagaan.
  • Surat niaga adalah surat yang dikeluarkan oleh badan-badan atau perusahaan-perusahaan dalam rangka menjalankan usahanya.

Fungsi dan Tujuan Surat Niaga

Berikut ini terdapat beberapa fungsi dan tujuan surat niaga, terdiri atas:


  • Surat niaga adalah bentuk nyata ataupun bukti sah terdapatnya perjanjian.
  • Surat niaga sebagai alat pengingat yang harus diarsipkan dan dapat digunakan setiap kali dibutuhkan.
  • Surat niaga bisa menjadi wakil penulis dalam pertemuan dengan lawan bicaranya.
  • Surat niaga juga bisa digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan tugas.
  • Surat niaga dapat sebagai alat untuk promosi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Contoh Surat Pribadi


Jenis-Jenis Surat Niaga

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis surat niaga, terdiri atas:


  1. Surat Penjanjian Jual-Beli

Surat perjanjian jual-beli adalah akta surat tertentu yang haur ditanda tangani dan harus dibuat secara sengaja, dan juga harus dipakai sesuai dengan keperluan apa surat tsb.


  1. Surat Perjanjian Sewa-Menyewa

Salah satu contoh surat perjanjian adalah surat perjanjian sewa menyewa. Surat perjanjian sewa menyewa dibuat oleh dua pihak, yaitu pihak penyewa dan pihak yang menyewakan. Surat perjanjian ini memuat pernyataan tertulis mengenai kesepakatan sewa menyewa yang disetujui kedua belah pihak dan ditandatangani oleh saksi-saksi.


Surat perjanjian pada umumnya memuat identitas resmi kedua pihak yang hendak melakukan transaksi. Surat perjanjian pada umumnya juga mencantumkan pasal-pasal yang berisi hak, kewajiban, dan kesepakatan yang harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang melakukan transaksi. Pada bagian akhir surat perjanjian, harus dicantumkan tanda tangan dan nama terang pihak-pihak yang melakukan transaksi serta tanda tangan saksi-saksi yang menyaksikan perjanjian transaksi.

👉 Trending  Teks Eksemplum

  1. Surat Penawaran

Surat penawaran (offerte) adalah surat yang dibuat penjual yang berisikan penawaran dan penginformasian barang dagangan ditujukan kepada colon pembeli baik atas permintaan calon pembeli maupun atas inisiatip penjual sendiri.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Surat” Pengertian & ( Fungsi – Jenis – Ciri – Yang Harus Diperhatikan – Penggunaan Bahasa )


Jika surat penawaran dikirim berdasarkan surat permintaan penawaran dinamakan surat balasan permintaan penawaran. Biasanya surat penawaran tersebut kurang kuat kedudukannya karena surat penawaran yang dikirimkanakan dibandingkan dengan surat penawaaran dari peusahaan lainnya.


Sebaliknya, jika surat penawaran yang dikirimkan itu tanpa adanya permintaan penawaran, dalam penyusunan surat lebih leluasa untuk mempromosikan barang yang ditawarkan. Penjual akan lebih aktif menawarkan barang-barangnya agar lebih dikenal. Surat penawaran atas inisiatif sendi biasanya digunakan untuk mempromosikan barang-barang baru.


Macam Surat Penawaran Dilihat Dari Sasaran Calon Pembeli

  • Surat penawaran berdasarkan surat permintaan
  • penawaran karna permintaan konsumen

Surat semacam ini merupakan jawaban atau balasan atas surat yang dikirimkan calon pembeli yang ingin mendapatkan informasi mengenai barang yang ditawarkan penjual. Karena surat penawaran ini merupakan jawaban atau balasan, maka isi pesannya harus sesuai dengan yang dikehendaki pihak calon pembeli. Isi surat balasan permintaan, antara lain sebagai berikut :

  • Menjawab keinginan calon pembeli
  • Menyebutkan mekanisme syarat pembayaran atau pengiriman barang
  • Menyebutkan pelayanan purna jual
  • Melampirkan daftar harga, leaflet, bookfet, atau keterangan lain yang dapat memberikan kepuasan calon pembeli
  • Harus menunjuk nomor surat permintaan yang diajukan calon pembeli
  • Bahasa yang digunakan harus memotivasi calon pembeli untuk bertindak menguntungkan

Surat penawaran atas inisiatif sendiri memberikan keluasan kepada penjual dalam mempromosikan barang dan menawarkan barang dagangannya. Isi surat semacam ini meliputi hal-hal berikut :

  • Menyebutkan nama, mutu, jenis, harga, dan keistimewaan barang
  • Menjelaskan syarat pembayaran dan pengiriman barang
  • Menyebutkan cara penyerahan barang
  • Menyebutkan besarnya potongan jika ada
  • Menyebutkan kemudahan purna jual

Dalam menyusun kalimat surat penawaran, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  • Bahasa disusun dengan gaya yang menarik
  • Isi surat tidak bertentangan dengan barang yang ditawarkan
  • Kalimat dalam surat harus memotivasi serta menumbuhkan minat calon pembeli untuk mengambil keputusan yang menguntungkan
  • Menyebutkan sifat penawaran, yaitu sebagai berikut :
  • Penawaran tetap, yaitu penawaran yang syarat-syarat dan harganya tetap
  • Penawaran bebas, yaitu penawaran dengan syarat dan harga dapat berubah dengan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  • Penawaran berjangka, yaitu penawaran dengan syarat-syarat dan harga berlaku dalam waktu tertentu
👉 Trending  Pengertian Teori Menurut Para Ahli

Jika tertarik terhadap surat penawaran ini, biasanya calon pembeli akan mengajukan surat pesanan atau mungkin terlebih dahulu meminta informasi lebih lanjut mengenai barang yang ditawarkan.


  1. Surat Permintaan Penawaran

Surat permintaan penawaran adalah surat yang berasal atau dikirimkan calon pembeli kepada penjual tau peusahaan. Isinya meminta informasi mengernai barang yang diperlukan/ diinginkannya. Berdasarkan surat permintaan penawaran, pihak penjal akan membalas permintaan tersebut dnega surat balasa n permintaan penawaran. Biasanya surat balasan permintaan penawaran dilampiri daftar harga, atau booklet sebafai bahan perimbangann lain dengan maksud untuk mencari harga yang sesuai dnga kemanpuan keuangan dan keinginan calom pembeli.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Surat Edaran” Pengertian & ( Macam – Fungsi – Bagian – Contoh )


Bahasa surat harus disusun dengan kalimat yang jelas dan lengkap agar penjualan atau perusahaan mudah memahami dan mengerti mengenai kriterian barang yang mereka inginkan. Dalam surat permintaan penawaran yang resmi, biasanya calon pembeli meninta keterangan-keterangan sebagai berikut:

  1. Nama, jenis, model, tipe, ukuran, kualitas, kemampuan ,dan harga barang.
  2. Cara pengiriman barang,
  3. Syarata pembayaran,
  4. Contoh barang,
  5. Pelayanan purnajual

Penulisan surat permintaan penawaran perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  1. Mintalah informasi secara terperinci mengenai barang-barang-barang yang dibutuhkan.
  2. Memberikan data yang membaqntu perusahaan atu penjual sebagai bahan masukan untuk pembalas surat.

  • Informasikan alasan-alasan yang mendorong mengajukan permintaan agar perusahaan atau penjual betul-betul memperhatikan surat kita.

  1. Pada kalimat penutup gunakanlah kelimat yang menguntungkan kedua belah pihak.

Dari keterangan-keterangan di atas maka dapat disimpulkan kegunaan dari surat permintaan penawaran adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai bahan perbandingan dan pertimbangan dalam menentukan pembelian barang
  2. Sebagai bahan pemilihan barang-barang yang sesuai dengan selera dan kebutuhan calon pembeli
👉 Trending  Review adalah

  • Sebagai bahan pembanding dan penyesuaian antara kemampuan keuangan dengan barang yang ditawarkan.

Selain itu surat permintaan penawaran dapat dibuat karna adanya relasi, ataupun hanya sekedar untuk mmengiklankan.


  1. Surat Pesanan

Surat pesanan merupakan surat yang ditulis calon pembeli dan ditujukan kepada pedagang, penjual, atau produsen dengan maksud untuk memesan baran-barang yang diperlukan. Surat pesanan ini mempunyai kedudukan yang kuat dalam komunikasi bisnis karena datangnya dari pembeli yang sudah pasti untuk transaksi jual beli. Surat ini dapat dibuat  karna inisiatif sendiri atau adanya penawaran dari penjual.


Seorang pedagang atau penjual setelah menerima surat pesanan harus merespon dan menyelesaikannya dengan segera. Hal ini berkaitan degan syarat-syarat penawaran yang ditetapkan. Oleh karena itu, dalam membalas surat pesanan diperlukan kecepatan dan kejelasan, apakah pesanan dapat diterima atau tidak dapat dipenuhi.


Pokok-pokok isi surat pesanan meliputi hal-hal berikut.

  1. Menyebutkan criteria barang yang dipesan dengan jelas, seperti nama, jenis, merk, tipe, ukuran, kualitas, model dan warna barang yagn dipesan.
  2. Menyebutkan syarat pembayaran dan penyerahan barang
  3. Kesanggupan melakukan pembayaran
  4. Cara pengiriman barang yang diinginkan
  5. Batas waktu pengiriman barang pesanan.

Selain itu, perlu pula diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Nyatakanlah dengan tegas dan jelas bahwa penawaran diterima atau tidak
  2. Jelaskanlah dengan benar dan terperinci mengenai barang-barang yang dipesan.
  3. Tuliskan cara pengiriman, pembayaran, dan penyerahan barang pesanan.
  4. Akhirilah surat dengan kallimat pengharapan, misalnya barang diharapkan diterima tepat waktu.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Surat Dinas


Begitu pula jika penjual atau pedagang membalas surat pesanan untuk memberi ketenangan kepada pembeli, harus memperhatikan hal-hal seperti di bawah ini:

  1. Jika pesanan tidak dapat dipenuhi karena persediaan tidak ada, penjual harus menyampaikannya dengan cara bijaksanan dan jika memungkinkan tawarkan barang sejenis dengan merk yang berbeda.
  2. Jika terpaksa harus menolak pesanan, ungkapkanlah dengan alasan yang rasional, jelas, dan bahasa yang tepat.
  3. Jika pengiriman kemungkinan terlambat, segera diinforrmasikan dengan alasan yang kuat.
  4. Jika keadaan barang ready stock, sampaikan informasi sebaik-baiknya disertai faktur dan kwitansi sementara.
  5. Sebaiknya disediakan daftar isi tercetak sebagai jawaban khusus untuk pesanan dalam jumlah kecil sehingga proses lebih cepat.
👉 Trending  Majas Sinekdoke

Di samping itu, seorang penjual juga memerlukan suatu kepastian sampai tidaknya pesanan yang dikirimkan. Karena itu, biasannya penjual meminta penegasan kembali tentang sampainya pesanan tersebut melalui surat yang disebut surat konfirmasi penjualan. Surat tersebut akan menjadi pegangan bagi penjual untuk membuat faktur, mengirim barang dan untuk menagih.


  1. Surat Pengaduan

Surat pengaduan  (klaim) adalah surat pemberitahuan kepada penjual mengenai ketidaksesuaian barang-barang yagn dikirimkan pesanan disertakan dengan tuntutan penyelesaiannya. Untuk mengajukan tuntutan harus dikemukakan  alasan-alasan yang kuat dan masuk akal. Tanpa alasan yang kuat penjual tidak akan memenuhi tuntutan itu. Tuntutan yagn kita ajukan dapat berupa ganti rugi dan langsung ditujuan kepada penjual. Tetapi kika kerugian tersebut  terjadi dalam pengangkutan atau dalma gudang, maka tuntutan dapat dialihkan kepada pihak-pihak tersebut.


Sebelum mengajukan tuntutan, pemesan harus meneliti secara seksama letak kekurangan atau kerusakan barang-barang pesanan tersebut disertai dengan bukti-bukti kuat. Dengan cara itu, kita sebagai pemesan dapt memperoleh kejelasan tentang siapa yang di tuntut dan mengganti kerugian atas barang pesanan itu. Hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan yang lebih fatal.


Agar tidak terjadi pengalihan tuntutan dari satu pihak kepihaklain, maka dalm membuat surat klaim harus diperhatikan unsur-unsur, seperti:kuatnya alasan,menunjukan letak kekuarangan dan kerusakan , mermpunyai bukti-bukti yang sah, disampaikan dengan tidak emosi dan tetap menjaga etika bisnis serta tetap menunjang tinggi keadilan dan kebenaran. Apabila sudah jelas kepada siapa tuntutan tersebut ditujukan, selanjutnuya dan mengajukan pengaduan dengan tuntutan dapat berupa:

  1. pembatalan pembelian barang,
  2. permintaan penggantian barang dengan biaya ditanggung yang bersangkutan,
  3. permintaan ganti rugi sebesar kerugian yang diderita, serta
  4. permintaan potongan harga.

Dalam surat pengaduan ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan oleh pihak-pihak yang diminta pertanggungjawaban:

  1. Kemukankan kelalaian, kesalahan, kerusakan, yang menimbulkan kerugian yang diderita.
  2. Tuliskan bagian barang-barang yang menjadi sumber ketidakpuasan.
  3. Kemikakan tuntutan penyelesaian yang diinginkan atas ketidakpuasan tersebut.
  4. Tunjukkan bukti-bukti mengenai kerugian yang diderita.

Jangan sekali-kali mengajukan surat pengaduan tanpa terlebih dahulu meneliti sumber ketidakpuasan karena akan menimbulkan dengan baik dan teliti. Bahkan ia akan meminta pemesan secara bersama-sama untuk meneliti letak kelalaian dalam proses transaksi jual beli tersebut. Penyelesaian dan tuntutan ganti rugi yang diajuakan pemesan hendaknya tidak terlalau besar sehingga tidak dapat dipenuhi oleh pihak-pihak yang kena tuntutan.

👉 Trending  Teks Prosedur Kompleks

Dalam menyelesaikan berbagai masalah yang timbul akibat dari hubungan bisnis itu, hendaknya tetap dapat memelihara hubungan dagang dengan baik dan memuaskan semua pihak yang terkait dalam kegiatan tersebut.


Faktor-faktor yang menyebabkan adanya surat pengaduan, diantaranya, adalah sebagai berikut:

  1. Kualitas barang tidak sesuai dengan pesanan
  2. Jumlahnya  berkurang, susut, hilanng, rusak barang yang diterima.
  3. Tidak tepat waktu sehingga menimbulkan kerugian pemesanan.
  4. Cara pengiriman barang yang tidak sesuai dengan keinginan pemesan.
  5. Tidak puas atas pelayanan yang diberikan, baik selama proses atau purna jual.
  6. Tidak baik dalam pembungkusan.
  7. Jenis, tipe, ukuran, warna barang tidak sesuai dengan pesanan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Surat Berharga – Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Syarat, Karakteristik & Contoh


  1. Surat Kuasa

Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang dari seseorang atau pejabat tertentu kepada seseorang atau pejabat lain. Pelimpahan wewenang dapat mewakili pihak yang memberi wewenang.


Penggolongan surat kuasa :

  1. Surat kuasa formal
    – cirinya : bermaterai (6000)
    – contoh : surat kuasa tanah, surat kuasa suatu usaha
  2. Surat kuasa non formal
    – tidak perlu memakai materai
    – contoh: surat warisan, surat wasiat

Macam-macam surat kuasa :

  1. Surat kuasa pengambilan gaji/pembayaran
  2. Surat kuasa mencairkan uang
  3. Surat kuasa penjualan
  4. Surat kuasa pengambilan keputusan usaha
  5. Surat kuasa pengambilan keputusan politik

Ciri-ciri surat kuasa :

  • Surat berisi pemberian kuasa/wewenang kepada seseorang untuk mengurus sesuatu kepentingan
  • Bahasa yang digunakan singkat, lugas, efektif, dan tidak terbelit-belit

Bagian-bagian surat kuasa :

  1. Kepala surat
  2. Nomor surat
  3. Pemberi kuasa
  4. Identitas pemberi kuasa
  5. Penerima kuasa
  6. Identitas penerima kuasa
  7. Hal yang dikuasakan
  8. Waktu pemberian kuasa
  9. Tanda tangan penerima dan pemberi kuasa

Contoh Surat Niaga

Berikut ini terdapat beberapa contoh surat niaga, terdiri atas:


  • Contoh Surat Perjanjian Jual-Beli

Surat Perjanjian Jual-Beli

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :
Nama                      : Speedy
Umur                      : 45 Tahun
Pekerjaan               : Warnet
Alamat sekarang   : Jl. Supriyadi IV No.99 Rt.02/Rw.02
Untuk selanjutnya disebut pihak ke I (penjual).

Nama                      : Evin
Umur                      : 37 Tahun
Pekerjaan                : Pedagang (Wiraswasta)
Alamat sekarang     : Jl. Jurang No.411 Rt.016/Rw.012
Untuk selanjutnya disebut pihak ke II (pembeli)

Pada tanggal 20 Juni 2011 pihak ke I. Telah menjual, lepas/mutlak sebidang tanah darat seluas 86 M2, berikut sebuah bangunan yang terletak diatas tanah tersebut kepada pihak ke II dengan harga tunai Rp. 41.000.000,- (empat puluh satu juta rupiah). Pembayaran dilakukan dihadapan saksi-saksi dengan tunai.

Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut :
Sebelah barat          : Berbatasan dengan tanah halaman haji ono
Sebelah timur         : Berbatasan dengan tanah pak amid
Sebelah utara          : Berbatasan dengan rumah ibu sendi
Sebelah selatan       : Berbatasan dengan jalan gang
Bangunan terdiri dari :
Ukuran panjang dan lebar     : 86 M2
Atap                                      : Asbes
Dinding                                 : Tembok
Lantai                                   : Semen (plesteran)

Maka, sejak tanggal 20 Juni 2011 Tanah bangunan tersebut diatas telah menjadi hak milik pihak ke II. Pada waktu pelaksanaan jual beli tanah tersebut baik pihak ke I (penjual) maupun pihak ke II (pembeli) juga saksi-saksi semuanya meyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat walafiat, baik jasmani maupun rohani, dan segala sesuatu dengan itikad baik.

Demikian, setelah keterangan isi jual beli ini dimengerti oleh pihak ke I dan pihak ke II, juga saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik pihak ke I kepada pihak ke II.

Bandung, 10 Juli 1911

Tanda tangan masing-masing

Pihak Ke II (Pembeli)                                                                                                  Pihak Ke I (Penjual)

(Evin)                                                                                                                            (Speedy)

Saksi-saksi
Saksi Ke I                    Saksi Ke II                   Saksi Ke III                                          Saksi Ke IV

(Tono)                         (Bodong)                                 (Gendut)                                              (Suki)

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Surat Izin Tempat Usaha ( SITU )” Pengertian & ( Fungsi – Syarat / Cara Membuatnya )


  • Contoh Perjanjian Sewa-Menyewa

Surat Perjanjian Sewa Menyewa

Pada hari Rabu, tanggal 17 Oktober 2012, kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama           : Nasri Latifah
Umur           : 37 tahun
Pekerjaan     : akuntan
Alamat         : Jalan Bugenfil 345 Yogyakarta
Nomor KTP : 09.2509.140978
Telepon        : 0274-5003246

dalam hal ini bertindak sebagai yang menyewakan atau PIHAK PERTAMA, dan

Nama            : Rinka Zulaeha
Umur            : 30 tahun
Pekerjaan      : guru
Alamat          : Jalan Ketawang 721 Solo
Nomor KTP  : 09.2107.240283
Telepon         : 0215-3541768

dalam hal ini bertindak sebagai penyewa atau PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan ikatan sewa menyewa. Dalam hal ini PIHAK PERTAMA menyewakan/mengontrakkan rumah kepada PIHAK KEDUA. Rumah tersebut berukuran 20×10 m dengan total luas halaman 300 m2, berdinding batu bata, atap genteng, lantai keramik, berikut aliran listrik, air PAM, dan sambungan telepon. Rumah tersebut beralamat di Jalan Sukma Abadi 629 Yogyakarta. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA membuat kesepakatan-kesepakatan berikut dihadapan saksi.

Pasal 1

  1. Sewa rumah ditetapkan sebesar Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah) untuk jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal penandatanganan surat perjanjian ini.
  2. Pembayaran sewa dilakukan secara tunai.

Pasal 2

  1. Jika terjadi pembatalan perjanjian sebelum rumah tersebut ditempati oleh penyewa, maka uang sewa akan dikembalikan kepada penyewa dengan dikenakan potongan 15% dari harga sewa sebagai ganti kerugian pemutusan perjanjian ini.
  2. Jika terjadi pembatalan perjanjian ini sebelum jangka waktu sewa berakhir atas kehendak penyewa sendiri, penyewa tidak dapat menuntut pengembalian uang sewa atau ganti kerugian apa pun dari yang menyewakan.

Pasal 3

  1. Selama waktu sewa, penyewa wajib merawat, memelihara, dan menjaga rumah yang disewa itu dengan sebaik-baiknya atas biaya yang ditanggung oleh penyewa sendiri.
  2. Jika terjadi kerusakan sebagai akibat perbuatan penyewa atau orang yang berada di bawah pengawasannya, maka semua biaya perbaikan akan menjadi tanggung jawab penyewa sendiri.

Pasal 4

  1. Penyewa wajib membayar sendiri biaya pemakaian telepon, aliran listrik, air PAM, Pajak Bumi dan Bangunan pada rumah yang disewanya.
  2. Jika terjadi kerugian akibat kelalaian memenuhi kewajiban dalam ayat (1), penyewa bertanggung jawab mengganti kerugian tersebut.

Pasal 5

  1. Apabila ada perselisihan kedua belah pihak setuju menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat dengan mengindahkan kelayakan dan kepatutan.

Demikian surat perjanjian ini dibuat di Bantul pada hari Rabu tanggal 17 Oktober 2012, setelah dibaca dan dipahami isinya kemudian ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Yang menyewakan

Penyewa
(______________)

(____________)

Saksi-saksi

Nama Saksi 1

Nama Saksi 2

(Tanda tangan)

(Tanda tangan)

👉 Trending  Contoh Plakat

PT. FADILA

Jalan Anggrek No. 123 Telp. 5414864

Batam


Nomor      : 07/F/XII/2001                                                                     Batam, 15 Oktober 2012

Hal            : Penawaran TV Merk Baron

Lampiran : Brosur dan Daftar Harga

 

Kepada:

Yth. Manajer Toko ILHAM JAYA

Jalan Wijaya Kusumah No. 90

Bandung, Jawa Barat

Dengan hormat,

Berkenaan dengan surat permintaan penawaran Saudara No. 23/IJ/K/XII/2001, tanggal 11 Oktober 2001, dengan ini kami sampaikan informasi mengenai TV Merk Baron sebagai berikut:

  1. Jenis barang     : TV Multimedia
  2. Merek              : Baron
  3. Buatan             : Lion, Perancis
  4. Ukuran type    : 20” dan 21/Bo 1-Bo 2
  5. Warna              : Hitam dan abu-abu
  6. Harga sebenarnya: Rp 1.100.000,00 dan Rp 1.200.000,00/unit
  7. Pembayaran     : Cash on delivery
  8. Penyerahan      : Franco gudang pembeli.

Jika saudara memesan sebelum tahun 2013, saudara akan mendapatkan potongan harga sebesar 10% ditambah dengan service purna jual yang memuaskan selama 1 tahun dan penawaran ini bersifat bebas.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan dengan harapan saudara berminat terhadap produk tersebut, dan kami siap melayani saudara dengan sepenuh hati.

 

Hormat kami,

PT FADILA

 

(Ima Nisa Fadila)

Manajer Marketing

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : “Surat Pembaca” Pengertian & ( Ciri – Fungsi – Manfaat – Penulisan – Contoh )


  • Contoh Surat Permintaan Penawaran

PT. ANUGRAH SEMESTA

Jln.cikoko timur 5, jakarta selatan


Yogyakarta, 14 Juni 2011

No. : 345/ADM-PB/VI/2011
Hal : Permintaan Penawaran

Kepada Yth. :
Pimpinan PT. Surya Abadi
Jl. Turangga 18A-B
Jakarta Selatan

Dengan Hormat,
Brdasarkan informasi yang kami terima dari rekanan kami, PT. Berdikari Sentosa (CIP: Bapak Arifin) bahwa PT. Surya Abadi menyediakan berbagai macam cat untuk luar ruangan beserta bahan pendukungnya.

Kami dari PT. Anugrah Semesta yang bergerak di bidang produsen pagar aluminium dan besi dengan target pasar ekspor ke Eropa dan Australia adalah pemakai tetap produk cat luar ruangan dengan pemakaian rata-rata 700 liter cat sebulan. Oleh karena itu, dengan surat ini kami mengajukan permohonan penawaran produk dari PT. Surya Abadi berupa :

Cat luar ruangan jenis PU
Dempul grey dengan daya koreksi rata dan tahan terhadap suhu diatas 100 decel
Epoxy yang bisa diaplikasikan dengan cat PU
Clear coat yang tahan gores dan bisa tahan di suhu diatas 100 decel

Demikian Surat Permohonan Penawaran ini kami buat, atas tanggapan serta kerjasama yang baik kami ucapkan banyak terima kasih.

Hormat kami,
PT. Anugrah Semesta

 

Ir. Aidil Setiawan
(Purchase Dept.)

👉 Trending  Makalah adalah

TOKO ILHAM JAYA

Jl. Wijaya Kusumah No. 90 Telp. 4263166

Bandung, Jawa Barat


Bandung, 20 Desember 2001

Nomor   : 025/IJ/XII/2001

Hal         : Pesanan TV Merk Baron

Kepada

PT FADILA

Jl. Anggrek No. 123

Batam

 

Dengan hormat,

Sehubungan dengan surat penawaran Saudara No. 07/F/XII/2001, tanggal 15 Desember 2001 yang disertai informasi lengkap mengenai TV merk Baron, dengan ini kami memesan beberpa barang tersebut, dengan perincian sebagai berikut:

a)  10 buah TV merk Baron Uk. 20”/Bo 1 @ Rp 1.100.000,00 =Rp11.000.000,00

b) 10 buah TV merk Baron Uk. 20”/Bo 2  @ Rp 1.200.000,00 = Rp 12.000.000,00

Jumlah                  = Rp 23.000.000,00

Discount 10%     = Rp   2.300.000,00 –

Jumlah dibayar = Rp 20.700.000,00 (Duapuluh juta tujuh ratus ribu rupiah)

Kami setuju dengan syarat pembayaran yang ditawarkan dalam penawaran tersebut, yaitu cash on delivery dan cara penyerahan barang franco gudang pembeli. Pengiriman barang melalui PT. Titipan Ekspres dan kami harap barang tersebut dapat diterima tanggal 30 Desember 2001.

Demikian kami menunggu kiriman Saudara dalam waktu secepatnya. Atas kerja sama Daudara, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Toko ILHAM JAYA

 

Ilham Alamanda

(Manajer Pembelian)

Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Cerita Rakyat


PT. SINAR SENTOSA

Jln. Pelita raya 117, JAKARTA

Tlp. (021)44556677, Fax (021) 577213


Jakarta, 11 november 2010

No             : 302/ss/ XI/2010

Lampiran : 1 lembar

Hal            : pengkalaiman mesin foto copy

Yth,

PT. ELEK MITRA JAYA

Jln. Yos sudarso 304

Jakarta

Dengan hormat,

Sehubungan dengan kedatangan barng yang telah anda tawarkan sesuai surat penawaran No. 414/ EM/ XI/2010 pada tanggal 10 november 2010, kami merasa ada beberapa barang yang mengalami kerusakan seperti mesin fotocopy merk “CANNON” yang tidak dapat dioprasikan karna adanya kerusakan pada bagian mesin. Oleh karena itu, kami mengajukan surat ini dengan tujuan ingin meminta pertanggung jawaban atas barang tersebut.

Demikan surat pengaduan ini kami buat, atas perhatia, atas perhatianyya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

 

Ir. Sentosa

Manager PT. SINAR SENTOSA

👉 Trending  Contoh Invoice

SURAT KUASA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                        : Deasy Novianti
Tempat/Tgl. Lahir : DKI Jakarta, 1 Januari 1976
Pekerjaan                 : Pegawai PT. Nusa Dua Jaya
Alamat                      : Jl. Kapten Pierre Tendean 61, Jogjakarta

Memberikan kuasa pengambilan gaji untuk bulan Agustus 2012 dikarenakan saya sedang sakit. Oleh karena itu, saya akan memberikan kuasa kepada :
Nama                        : Rene Inggarjati
Tempat/Tgl. Lahir : Madiun, 13 September 1979
Pekerjaan                 : Swasta
Alamat                      : Jl. Raya Solo 1, Jogjakarta

Demikian Surat Kuasa ini kami buat dengan sebenar-benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Jogjakarta, 23 Agustus 2012

Penerima Kuasa                                                                                Pemberi Kuasa

( Rene Inggarjati )                                                                             ( Deasy Novianti )

👉 Trending  Teks Eksemplum

Demikianlah pembahasan mengenai Contoh Surat Niaga – Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenis semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan