Contoh-Kalimat-Denotasi

Kalimat Denotasi adalah

37 Contoh Kalimat Denotasi – Pengertian, Ciri dan Perbedaan – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Kalimat Denotasi yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, ciri, perbedaan dan 37 contoh, nah agar lebih dapat memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Contoh-Kalimat-Denotasi

Pengertian Kalimat Denotasi

Kalimat denotasi adalah kalimat yang merujuk kepada makna yang sebenarnya. Dengan kata lain, kalimat denotasi tidak menyembunyikan makna khusus atau memiliki arti lain karena kalimat denotasi menyampaikan apa yang sebenarnya tertulis di dalam kalimat tersebut.


Dalam penggunaannya, kalimat denotasi sering digunakan pada teks-teks ilmiah seperti jurnal, laporan ilmiah, laporan penelitian dan lain-lain. Hal ini dikerenakan kalimat denotasi tidak memiliki keambiguitasan atau tafsir ganda yang hanya terjadi pada kalimat konotasi.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Kalimat Tanya” Pengertian & ( Ciri – Jenis – Contoh )


Ciri-Ciri Kalimat Denotasi

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri kalimat denotasi, terdiri atas:

  1. Makna kata sesuai apa adanya
  2. Makna kata sesaui hasil observasi
  3. Makna yang menunjukkan langsung pada acuan atau makan dasarnya
👉 Trending  20 Contoh Teks Eksposisi Beserta Strukturnya

Perbedaan dari Konotasi dan Denotasi

Kata-kata yang bermakna denotatif tepat digunakan dalam karya ilmiah, sedangkan kata-kata yang bermakna konotatif wajar digunakan dalam karya sastra.Makna denotatif adalah makna asli, atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. Makna denotatif sama dengan makna leksikal. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya. Sedangkan makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatitif.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Kalimat Konotasi” Pengertian & ( Cara Membedakan – Contoh )


Perhatikan contoh berikut ini:

  • Anton menjadi kambing hitam dalam kasus tersebut.
  • Anton membeli kambing hitam kemarin sore.

Kata “kambing hitam” pada kalimat (a) tidak diartikan sebagai seekor hewan (kambing) yang warnanya hitam. Karena, jika diartikan demikian, makna keseluruhan kalimat tersebut tidak logis atau tidak dapat dipahami. Makna kata “kambing hitam” pada kalimat (a) adalah tersangka dalam suatu perkara yang tidak dilakukan.

👉 Trending  Huruf Adalah

Makna “kambing hitam” pada kalimat (a) inilah yang disebut dengan makna konotasi. Berbeda halnya dengan kalimat (a),”kambing hitam” pada kalimat yang (b) memiliki makna seekor hewan (kambing) yang warnanya hitam. Makna “kambing hitam” pada kalimat (b) inilah yang disebut dengan makna denotasi.

Secara singkat makna konotasi dapat diartikan sebagai makna tidak sebenarnya pada kata atau kelompok kata. Oleh karena itu, makna konotasi sering disebut juga dengan istilah makna kias. Lebih lanjut, makna konotasi dapat dijabarkan sebagai makna yang diberikan pada kata atau kelompok kata sebagai perbandingan agar apa yang dimaksudkan menjadi jelas dan menarik.


Sedangkan makna denotasi adalah makna sebenarnya yang terdapat pada kata tersebut. Atau secara singkat makna denotasi diartikan sebagai makna sebenarnya. Makna sebenarnya yang dimaksud adalah makna dasar kata yang terdapat dalam kamus (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Kalimat Aktif Dan Pasif” Pengertian & ( Contoh – Ciri – Jenis )


Contoh Kalimat Denotasi

Berikut ini terdapat beberapa contoh kalimat denotasi, terdiri atas:

  1. Andi memiliki tangan yang panjang lebih panjang dari tangan manusia rata-rata.
  2. Kumbang Banteng memiliki kepala yang keras jika dibandingkan dengan kumbang lainnya.
  3. Melihat pembantunya sedang mengepel lantai, dia mengangkat kakinya ke atas meja.
  4. Ular, kadal dan beberapa jenis hewan reptil lainya adalah hewan berdarah dingin.
  5. Belalang memiliki darah berwarna biru yang disebut hemosianin.
  6. Penyakit kulit ini awalnya menyebabkan wajah terasa gatal, tetapi setelah beberapa hari wajah akan terasa tebal.
  7. Beberapa jenis spesies kutu berpindah ke inang lainnya dengan cara melompat.
  8. Akibat rasa marahnya yang keluar tiba-tiba dia membanting tulang yang ada di sampingnya.
  9. Tulang rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ penting yang ada di dalam rongga dada.
  10. Duduklah dengan posisi yang benar agar tulang punggung tidak menjadi rusak karena bengkok.
  11. Adik Kecilku sangat suka menggigit jari
  12. Alsyah memiliki seekor sapi perah
  13. Ibu Andi kepasar beli daging sapi
  14. Tangan Adhin terkena api,ketika bermain api
  15. Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa
  16. Halim menanam bunga dihalaman depan rumahnya
  17. kabarnya harga BBM akan naik bulan ini
  18. Alibaba menyeduh kopi dengan air panas (panas: suhu air yang tinggi )
  19. Kaca itu jatuh dan hancur berkeping-keping (hancur: rusak menjadi pecahan-pecahan kecil)
  20. Padi di sawah bu Yusda masih hijau (hijau: muda)
  21. Sungai yang berada di belakang rumah Anggi meluap akibat hujan tadi malam (meluap: melimpah dengan banyak )
  22. Adik kecilku sangat suka menggigit jari (menggigit jari: memasukkan jari ke mulut dan di gigit)
  23. Zakiyan memiliki seekor sapi perah (sapi perah: sapi yang diambil air susunya)
  24. Ibu Andi pergi dini hari tadi ke rumah nenek (dini: pagi sekali)
  25. Tangan Reno terbakar, ketika bermain api (bermain api: melakukan permainan dengan api)
  26. Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa (kursi empuk: kursi yang nyaman diduduki)
  27. Diana menanam bunga dihalaman depan rumahnya (menanam: kegiatan menaruh bibit, benih, setek, atau sebagainya di dalam tanah supaya tumbuh)
  28. Suasana hari ini terasa sangat panas (panas: keadaan pada suhu tinggi)
  29. Arman sedang duduk di kursi goyang
  30.  Neny sedang menggulung tikar (tikar: anyaman yang biasamya digunakan untuk tempat duduk)
  31. Warga Jamruj berhasil menangkap pencuri kambing bandot milik andi (menangkap: memegang pencuri dan tidak melepaskan)
  32. Ayam itu tenggelam di sungai (tenggelam: masuk terbenam ke dalam air)
  33. Makanan ini terasa pahit di mulut (pahit: rasa tidak sedap seperti rasa empedu)
  34. Anakku Ahmad, jangan banting tulang  ayamnya ya. (banting tulang: kegiatan membanting tulang)
  35. Soimah jangan lari lagi (lari: menggerakkan kaki dengan cepat)

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Contoh Paragraf Eksposisi


Demikianlah pembahasan mengenai 37 Contoh Kalimat Denotasi – Pengertian, Ciri dan Perbedaan semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan

Daftar Isi