Pengertian-Daratan

Daratan adalah

Daratan – Pengertian, Fungsi, Jenis & Proses Terjadinya – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Daratan yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian, fungsi, jenis dan proses terjadinya, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian-Daratan

Pengertian Daratan

Dalam hal ini ketika membahasa daratan maka kita harus terlebih dahulu mengenal istilah Relief permukaan bumi, relief ialah perbedaan tinggi rendahnya permukaan bumi. Secara umum terdapat 2 macam relief yakni relief daratan dan relief lautan. Nah pada ulasan kali ini kami akan membahasa mengenai relief daratan.


Daratan adalah bagian permukaan bumi yang secara tetap “permanen” tidak tertutupi oleh air laut. Daratan merupakan tempat hidup “habitat” bagi sebagian besar makhluk hidup istilah darat lebih sering dipakai dalam kalangan awam, sedangkan istilah daratan biasanya digunakan dengan batasan geografis.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Samudra adalah


Bumi mempunyai bentuk lingkaran dengan permukaan yang tidak rata. Perbedaan ketinggian dari permukaan bumi terjadi karena adanya pengaruh tenaga endogen “tenaga yang berasal dari dalam bumi” dan tenaga eksogen “tenaga yang berasal dari luar bumi”. Pengaruh dari kedua tenaga ini akan membuat terciptanya beberapa jenis daratan yang akan kami jelaskan pada poin berikutnya.

👉 Trending  Minyak Bumi

Fungsi Daratan

Dalam hal ini wilayah daratan memiliki fungsi yakni untuk penghubung antar daerah dataran yang berhubungan.


Proses Terjadinya Daratan

Proses terbentuknya daratan tidak lepas dari proses terbentuknya planet bumi yang merupakan   salah satu benda langit yang terbentuk dari awan/gas/asap langit kemudian bumi itu berupa bintang yang sangat kecil karena proses tekanan antar material pembentuk yang mempunyai tekanan (gravitasi) kearah memusat (Inti bumi) sehingga menimbulkan pijaran panas memancar dilangit.


Kemudian saat melewati beberapa proses benda langit yang akhirnya diketahui bernama bumi (yang saat itu masih berupa bola pijar) mulai mendingin (karena suhu ruang langit sangat dingin, karena jaraknya jauh dari sumber panas (matahari), maka bumi yang termasuk jauh dari matahari dan menerima kualitas panas Matahari lebih rendah daripada planet yg lebih dekat, sehingga lebih dulu mendingin dan membeku menjadi es, bagian luar (kulit) bumi membentuk dasar tanah, air & atmosfer (terjadi karena siklus alam). Selanjutnya mengalami (siklus) gejolak dari inti bumi yang mengarah keluar ke permukaan bumi (gunung berapi) atau membentuk aktivitas vulkanik & tektonik dari gunung berapi pada dasar tanah yang baru terbentuk itu.

👉 Trending  Rumus Skala

Aktivitas inti bumi menimbulkan banyak terbentuk gunung berapi yang memancarkan meterial dari inti bumi membentuk tanah daratan, sehingga dasar tanah dan tanah daratan yang terbentuk selama proses aktivitas planet bumi (siklus tanah bumi) akan menimbulkan lempeng benua. Relief tanah lempeng benua terbentuk karena siklus alam, tanah mempunyai jenis, berat, masa jenis & kandungan material yang berbeda dan menekan ke inti bumi (gravitasi bumi) menimbulkan tekanan besar menghasilkan panas inti bumi.


Bentuk relief daratan lempeng benua sebagian besar terbentuk karena proses siklus hidrologi global dalam jumlah besar (pada masa itu terjadi banjir gadang berupa air bah yang menutupi permukaan planet bumi karena es mencair dalam jumlah besar) sehingga 2/3 lebih permukaan bumi hampir ditutupi oleh air yang seperti pada samudera altantik utara ke selatan telah mengikis memotong tanah antara benua Amerika, Eropa & Afrika dalam jumlah sangat besar yang bentuknya seperti bentuk pola aliran sungai raksasa.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Peta Benua Asia


Pada akhirnya relief lempengan daratan benua terbentuk, karena bergeser membentuk pecahan benua.Daratan seperti yang kita kenal bentuknya seperti sekarang ini kemungkinan untuk berubah lagi (secara extrim) sangat kecil karena bobot lempengan tanah daratan benua sangat berat & tekanannya ke inti bumi sangat kuat, dan pergeserannya sangat kecil.

👉 Trending  Taman Hutan Raya adalah

Jenis-Jenis Daratan

Berdasarkan reliefnya “tinggi rendah permukaannya” maka daratan dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu:


  1. Dataran Tinggi

Dataran tinggi ialah jenis daratan pada permukaan bumi yang tingginya lebih dari 500 m diatas permukaan laut. Dataran tinggi terbentuk akibat adanya proses erosi dan sedimentasi. Erosi ialah peristiwa pengikisan padatan akibat transportasi angin, air, es, hujan, pengaruh gravitasi atau akibat makhluk hidup. Sedangkan sedimentasi ialah proses pengendapan material yang ditransportasikan oleh media angin, air, es atau gletser di suatu cekungan. Dataran tinggi biasanya memiliki suhu yang sejuk dan tanahnya subur.


Daerah dataran tinggi dengan luas area yang cukup luas pada daerah puncak dataran tinggi disebut dengan plato “plateau”, plato dapat terbentuk karena erosi, sedimentasi, naiknya gunung berapi atau karena ekstrusi lava. Contoh dataran tinggi di Indonesia antara lain ialah Dataran Tinggi Dekkan, Dataran Tinggi Gayo, Dataran Tinggi Dieng, Dataran Tinggi Malang.

👉 Trending  Karakteristik Benua Asia

Proses Terjadinya Dataran Tinggi

Dataran luas yg letaknya di daerah tinggi atau pegunungan disebut dataran tinggi.Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan sedimentasi. Dataran tinggi dinamakan juga plato (plateau), misalnya dataran tinggi Dekkan, dataran tinggi Gayo, dataran tinggi Dieng, dataran tinggi Malang, atau dataran tinggi Alas. Dataran tinggi bisa juga terjadi oleh bekas Kaldera luas, yg tertimbun material dari lereng gunung sekitarnya. Misalnya dataran tinggi Dieng (Jawa Tengah) yg diduga oleh proses seperti itu.


  1. Dataran Rendah

Dataran rendah ialah jenis daratan pada permukaan bumi yang berupa hamparan luas tanah dengan tinggi kurang dari 200 m di atas permukaan laut. Istilah ini diterapkan pada kawasan manapun yang tidak termasuk kedalam dataran tinggi.


Suhu udara pada dataran rendah biasanya berkisar antara 23 derajat celcius sampai dengan 28 derajat celcius, suhu pada daerah dataran rendah tidak terlalu dingin seperti pada dataran tinggi, tetapi juga tidak terlalu panas.


Kondisi ekonomi masyarakat yang tinggi di dataran rendah umumnya lebih makmur dibandingkan yang hidup didataran tinggi. Dari segi cuaca, dataran rendah memiliki curah hujan yang cukup tinggi. Contoh dataran rendah di Indonesia ialah dataran rendah Surakarta, dataran rendah Semarang, dataran rendah Madiun dan dataran rendah Palembang.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Benua Australia


Proses Terjadinya Dararan Rendah

Dataran rendah adalah tanah yg keadaannya relatif datar dan luas sampai ketinggian sekitar 200m dari permukaan laut.Tanah ini biasanya ditemukan di sekitar pantai, tetapi ada juga yg terletak di pedalaman. Di Indonesia banyak dijumpai dataran rendah, misalnya pantai timur Sumatera, pantai utara Jawa Barat, pantai selatan Kalimantan, Irian Jaya bagian barat, dan lain-lain.

👉 Trending  Pengertian Angin

Dataran rendah terjadi akibat proses sedimentasi. Di Indonesia dataran rendah umumnya hasil sedimentasi sungai.Dataran rendah ini disebut dataran alluvial. Dataran alluvial biasanya berhadapan dengan pantai landai laut dangkal.Dataran ini biasanya tanahnya subur, sehingga penduduknya lebih padat bila dibandingkan dengan daerah pegunungan.


  1. Gunung

Gunung ialah jenis daratan yang berupa bentuk tanah menojol diatas wilayah sekitarnya. Suatu daerah menjulang tinggi baru dapat dikatakan gunung apabila ketinggiannya melebihi 610 meter. Ketika mencapai ketinggian tertentu, gunung dapat memiliki lebih dari satu jenis iklim.


Sebenarnya tidak ada definisi umum untuk gunung, ketinggian, volume, kecuraman, jarak dan kontinuitas merupakan kriteria utama yang biasanya dijadikan acuan dalam mendefinisikan gunung. Menurut kurikulum lama sekolah dasar, istilah gunung sering merujuk pada gunung berapai, oleh karena itu hanya terdapat 2 jenis gunung secara umum yakni gunung aktif dan gunung pasif.

👉 Trending  Batuan Beku adalah

Proses Terjadinya Gunung

Gunung terbentuk karena ada sumber panas di bawah tanah.Sumber panas tersebut adalah magma. Magma ini panas dan bertekanan tinggi. Oleh karenanya, ia akan mencari jalan ke permukaan melalui retakan-retakan pada batuan.Pada saat magma muncul ke permukaan, magma disebut sebagai lava dan peristiwanya disebut erupsi atau letusan gunung berapi.


Ada letusan yang dahsyat karena magmanya kental dan bertekanan sangat tinggi (seperti yang terjadi dengan G. Krakatau, lihat videonya di sini), ada pula letusan yang lemah karena magmanya encer dan bertekanan rendah (seperti yang terjadi dengan gunung di Hawaii).Bila erupsi (atau letusan gunung berapi) ini berlangsung berulang kali, maka lambat laun titik letusannya akan bertambah tinggi, karena bertumpuknya hasil letusan sebelumnya. Tumpukan berbagai macam hasil letusan inilah yang menyebabkan bentuk gunung perlahan tapi pasti akan terlihat mirip dengan bentuk ‘segitiga’ (bila dilihat dari jauh).

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Gunung Berapi


  1. Pegunungan

Pegunungan adalah barisan yang terbentuk dari gunung-gunung yang terkait secara geologis. Pegunungan biasanya terbentuk karena gerakan lempeng tektonik melalui proses yang kompleks, selain di bumi ternyata gunung juga telah ditemukan pada banyak planet lain dalam sistem tata surya kita.

👉 Trending  Atlas adalah

Proses Terjadinya Pegunungan

Pegunungan terbentuk pada waktu terjadinya gerak kerak bumi yg dalam dan luas.Karena itu daerah pegunungan biasanya relatif luas.Secara sederhana dapat kita bedakan pegunungan tua dan pegunungan muda. Pegunungan tua merupakan pegunungan yg relatif rendah dengan puncaknya yg relatif tumpul dan lerengnya landai.


Misalnya pegunungan Skandinavia dan Pegunungan Australia Timur yg terbentuk pada zaman Primer (Paleozoikum). Sedangkan pegunungan muda pada umumnya tinggi dengan puncaknya yg runcing dan lerengnya relatif curam. Pegunungan lipatan yg paling muda adalah hasil  pengangkatan zaman tertier, misalnya Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.


  1. Bukit dan Perbukitan

Bukit adalah jenis daratan yang mempunyai permukaan tanah lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya. Namun ketinggian bukit lebih rendah dari pada gunung “kurang dari 600 meter”. Namun karena tidak ada definisi umum untuk bukit dan gunung, beberapa bukit ada yang dianggap sebagai gunung dan demikian pula sebaliknya. Sedangkan perbukitan ialah rangkaian bukit yang berjajar pada suatu daerah yang bukit-bukit tersebut terhubung secara geologis.

👉 Trending  Interaksi Desa Dan Kota

  1. Lembah

Lembah merupakan jenis daratan yang lebih rendah dari pada permukaan di sekitarnya, biasanya lembah merupakan daerah di sekitar pegunungan dengan struktur memanjang dan dialiri oleh sebuah sungai. Lembah dapat memiliki luas sampai ribuan kilometer persegi. Dalam perkembangannya yang dipengaruhi oleh berbagai fenomena geografi, lembah dapat berkembang menjadi ngarai dengan tebing yang curam.


Proses Terbentuknya

Lembah dapat terbentuk dari beberapa proses geologis. Berdasarkan proses terbentuknya, lembah dapat dibedakan menjadi :

  • Lembah berbentuk U yang umumnya berupa lembah gletser, terbentuk puluhan ribu tahun yang lalu akibat erosi gletser.
  • Lembah berbentuk V.
  • Lembah berbentuk campuran

Depresi yang diperluas di permukaan Bumi yang biasanya dikelilingi bukit atau pegunungan dan biasanya dikepung dengan sebuah sungai, bukit-bukit tersebut bisa berupa kemiringan yang curam menuju outlet yang dapat berupa sungai lain, danau atau lautan.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Lapisan Atmosfer


  1. Jurang “Tebing”

Jurang ialah formasi bebatuan yang menjulang secara vertikal, tebing biasanya terbentuk akibat erosi. Erosi ialah peristiwa pengikisan padatan akibat transportasi angin, air, es, hujan, pengaruh gravitasi atau akibat makhluk hidup. Tebing dapat ditemukan pada daerah pantai, pegunungan dan sepanjang sungai, seringkali tebing terbentuk oleh bebatuan yang tahan terhadap perubahan cuaca.

👉 Trending  Rumus Skala

  1. Ngarai

Ngarai ialah jenis daratan berupa bentang alam menyerupai lembah tetapi memiliki sisi yang hampir tegak lurus dengan permukaan tanah, keadaan tebing ngarai sangatlah curam. Ngarai terbentuk dari lembah yang terus menerus terkikis akibat berbagai fenomena geografi.


  1. Sungai, Rawa dan Danau

Sungai, rawa dan danau merupakan bagian daratan yang bisa ditutupi oleh air. Biasanya ketika kita menyinggung tentang “darat” dalam artian umum, maka sungai, rawa dan danau tidak termasuk ke dalamnya.


  1. Paneplain

Peneplain adalah dataran yang luas dan hampir rata terbentuk dari proses tenaga eksogen yang berlangsung terus menerus. Umumnya peneplain terbentuk karena pengikisan oleh angin dan air. Peneplain merupakan dataran luas yang merupakan hasil akhir dari proses geografis atau proseserosi.

👉 Trending  Minyak Bumi

  1. Delta

Menurut Coleman, 1968; Scott & Fischer, 1969delta adalah dataran hasil pengendapan yang terbentuk oleh aktivitas sungai dan muara sungai, dimana terjadi pengendapan sedimen yang menghasilkan progradasi tidak teratur pada garis pantai.

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Konsep Geografi


Proses Terjadinya Delta

Delta terbentuk karena adanya suplai material sedimentasi dari sistem fluvial.Ketika sungai-sungai pada sistem fluvial tersebut bertemu dengan laut, perubahan arah arus yang menyebabkan penyebaran air sungai dan akumulasi pengendapan yang cepat terhadap material sedimen dari sungai mengakibatkan terbentuknya delta.


Demikianlah pembahasan mengenai Daratan – Pengertian, Fungsi, Jenis & Proses Terjadinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Butuhkan